Tetapi seiring berjalannya waktu, timbangan mulai selalu "miring kanan" dan ukuran baju semakin membesar. Ditambah lagi, banyak keluarga yang mulai berkomentar, "Kok sekarang makin chubby?" Lama-lama komentar itu membuat saya jengah dan krisis percaya diri.
Akhirnya, mulailah saya berburu postingan di media sosial yang membahas tentang diet. Dari sekian banyak referensi yang didapat, ada beberapa yang sempat saya coba terapkan. Namun, semuanya berujung gagal.
Setelah ditimbang-timbang dan dipikirkan dengan lebih mendalam, saya akhirnya berhasil menemukan metode diet yang menyenangkan versi saya sendiri. Hasilnya? setelah 4 bulan konsisten diet, ukuran baju saya sukses susut dari XL ke M!
Metodenya sebenarnya sederhana. Saya hanya mengganti makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari dengan varian yang lebih sehat, yaitu:
Beras: Sebagai orang Sunda yang sagala kudu disanguan (semua harus pakai nasi), diet dengan cara tidak makan nasi itu sungguh memberatkan, Ferguso! Jadi, solusinya saya mengganti beras putih dengan beras hitam. Kandungan nutrisi beras hitam memiliki sederet keunggulan dibanding beras putih: tinggi antioksidan, kaya serat, indeks glikemik lebih rendah, dan merupakan sumber protein yang tinggi.
Garam: Agar makanan sehat tidak terasa hambar, saya mengganti garam dapur biasa dengan garam Himalaya. Walaupun tidak membakar lemak secara langsung, garam Himalaya sifatnya lebih murni tanpa bahan kimia tambahan, sehingga sangat mendukung pola makan yang lebih bersih (clean eating).
Minyak: Sejak memutuskan untuk diet, saya say no dulu ke gorengan seperti bala-bala, cireng, gehu, kroket, dan kawan-kawannya. Sebagai gantinya, saya menggunakan sedikit minyak kanola hanya untuk menumis.
Gula: Seperti halnya minyak, saya juga menghindari makanan manis yang mengandung gula rafinasi seperti donat dan aneka kue. Untuk memberikan rasa manis pada masakan atau minuman, saya beralih ke Stevia yang zero calorie.
Pencerahan Lewat Puasa Daud
Dalam upaya menurunkan berat badan ini, saya sempat fomo mencoba berkali-kali pola pembatasan jam makan (alias intermittent fasting). Tapi karena kurang ilmu, efeknya malah berantakan; rambut saya menjadi rontok dan mengalami mood swing yang berat. Belum lagi rasanya repot sekali karena harus terus menghitung jam puasa yang disesuaikan dengan siklus menstruasi.
Alhamdulillah, saya mendapatkan pencerahan dari seorang dokter ahli nutrisi. Beliau menyarankan kaum muslimin yang ingin menurunkan berat badan untuk mencoba puasa Daud saja, daripada pusing menghitung jam puasa tertentu. Beliau mengatakan, selain mendapat pahala puasa sunnah, bonusnya adalah kesehatan.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Daud adalah puasa yang paling utama:
"Tidak ada puasa yang lebih utama dari puasa Daud AS. Jaraknya adalah setengah tahun, yaitu berpuasa sehari dan berbuka sehari."
Selain bernilai ibadah, berbagai penelitian medis membuktikan bahwa puasa Daud memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh:
1. Mempercepat Penurunan Berat Badan dan Pembakaran Lemak
2. Memicu Autofagi
3. Meningkatkan Sensitivitas Insulin
4. Menjaga Kesehatan Jantung
Puasa Daud terbukti membantu memperbaiki profil lipid (lemak darah) di dalam tubuh. Pola ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), menurunkan kadar trigliserida, serta membantu menstabilkan tekanan darah sehingga meringankan kerja jantung.5. Mengurangi Peradangan Kronis
Telah banyak studi klinis yang menunjukkan bahwa pembatasan kalori secara berkala lewat puasa mampu menekan penanda peradangan (inflamasi) di dalam darah.Pada akhirnya, diet terbaik adalah diet yang tidak hanya menyehatkan fisik, tapi juga menenangkan jiwa. Lewat puasa Daud, saya belajar bahwa aturan yang telah disunnahkan oleh Rasulullah SAW ribuan tahun lalu ternyata menyimpan mukjizat medis yang luar biasa bagi tubuh kita.
Bonus berat badan turun dan baju beralih ke ukuran M itu tentu sangat menyenangkan, tetapi bisa beribadah dengan tubuh yang jauh lebih sehat, bugar, dan ringan rasanya jauh lebih membahagiakan. Yuk, mari kita jemput sehatnya sekaligus raih pahalanya!

Wah, selamat ya atas pencapaiannya yang berhasil turun dari ukuran XL ke M. Itu pasti butuh komitmen dan konsistensi yang luar biasa. Saya juga sedang bertekad menurunkan berat badan dan mulai berusaha menjalani pola hidup yang lebih sehat, jadi artikel ini terasa sangat relate.
BalasHapusSaya setuju bahwa setiap orang perlu menemukan ritme yang cocok dengan tubuhnya sendiri, tidak sekadar ikut tren yang sedang ramai. Menarik sekali membaca pengalaman menemukan pola makan yang lebih nyaman dan menjalani puasa Daud sebagai bagian dari perjalanan hidup sehat. Semoga istiqamah menjaga pola hidup sehatnya, dan saya pun ikut termotivasi untuk lebih konsisten dalam perjalanan menurunkan berat badan
Puasa memang banyak manfaatnya ya mba. Tetapi reminder juga untuk diri sendiri, niatnya tetap puasa untuk ibadah, bonusnya adalah sehat plus menurunkan berat badan
BalasHapusWah semoga konsisten terus, ya, Mom, usaha pola hidup sehatnya. Semakin produktif dan berdaya.
BalasHapusCara sukses diet ini emang yang paling bisa diandalkan. Dapat pahala pula..
BalasHapusMbak, selamat atas prestasinya. Asli saya juga lagi berusaha turunin BB, pake IF sih, tapi udah lama nggak IF lagi dulu juga pernah puasa Daud, insya Allah mau coba lagi dan harus mengurangi manis-manis yaa? saya suka manis-manis. Terima kasih atas info Mbak. Bismillah mau puasa Daud insya Allah.
BalasHapusMashaAllah... barakallahu fiik, ka Oemy.
BalasHapusMemang sebaik-baik ibadah adalah memahami dulu ilmunya.
Meski manfaat puasa yang sesungguhnya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, semoga kita semua menjadi hamba yang mukhlis dan muhsin sehingga meninggikan derajat kita nanti di surga.
Amiin allahumma amiin.
Wah selamat ya akhirnya tercapai goal yg diinginkan tanpa harus kesulitan dan mahal...
BalasHapusDari XL turun ke M itu pencapaian luar biasa lho
Saya juga sekarang mengurangi asupan nasi. Padahal sama sebagai urang Sunda, sebelumnya nanaon ge kudu we disanguan. Hehehe...
aku juga harus segera menurunkan berat badan nih, mbak karena perutku semakin maju. huhu. dulu aku sempat IF dan berhasil tapi setelah mau nyoba lagi sekarang nggak berhasil lagi. kalau di aku kayaknya yang paling pengaruh itu memang nggak makan nasih sih karena pernah waktu hamil anak pertama dulu aku nggak makan nasi di dekat hpl dan beneran turun bbku
BalasHapus