• "Ingin Paham Teori Darwin Tanpa Pusing? Baca Kartun Evolusi Karya Jay Hosler!"

 

"Ingin Paham Teori Darwin Tanpa Pusing? Baca Kartun Evolusi Karya Jay Hosler!"

Kartun Evolusi: Kisah Kehidupan di Bumi karya Jay Hosler, yang divisualisasikan oleh duo Cannon (Kevin dan Zander), menjadi buku pertama yang berhasil saya tamatkan di tahun 2026. Perjalanannya lumayan berliku; saya sempat "menggalau" dan gonta-ganti bacaan sebelum akhirnya setia pada buku ini.

Awalnya, saya pikir komik setebal 150-an halaman ini bisa selesai dalam dua atau tiga hari. Ternyata meleset! Selain karena sok sibuk dengan suasana liburan, buku ini memang bukan komik "haha-hihi" yang bisa dibaca sekilas sambil tiduran. Meskipun dibalut cerita lucu dari Kekaisaran Glargal Agung, isinya menyajikan teori evolusi yang cukup mendalam.

"Bayangkan, semua instruksi untuk membuat paus, pohon ek, sampai dirimu sendiri, tersimpan dalam rantai molekul yang sangat kecil. Kita semua adalah buku instruksi berjalan yang sedang terus direvisi oleh waktu."


Data Buku

  • Judul Buku: Kartun Evolusi
  • Penulis: Jay Hosler
  • Ilustrator: Kevin Cannon & Zander Cannon
  • Penerjemah: Damaring Tyas Wulandari Palar
  • Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
  • Tahun Terbit: 2016 (Cetakan Pertama Juli)
  • Tebal: viii + 151 halaman

"Ingin Paham Teori Darwin Tanpa Pusing? Baca Kartun Evolusi Karya Jay Hosler!"


Krisis Genetis dan Penemuan Planet Biru

Cerita dimulai dari kegelisahan para ahli astronomi dari Kekaisaran Glargal. Mereka tertarik pada warna biru yang dipantulkan oleh sebuah planet asing bernama Bumi. Bagi mereka, warna biru tersebut menandakan adanya lautan dan tumbuhan hijau—tanda kehidupan pertama yang ditemukan di luar planet mereka.

Setelah diadakan penelitian lebih lanjut, mereka menemukan data yang mencengangkan. Planet bumi mempunyai keanekaan ragaman makhluk hidup. Hal itu mengundang tanya para ahli astronomi Glargal.

Darimanakah mereka berasal? Dan apa yang menyebabkan keanekaragaman tersebut?

Jawabannya ternyata ada pada lingkungan Bumi yang keras. Keterbatasan air, makanan, dan ruang, memaksa setiap organisme berjuang untuk bertahan hidup dengan cara berevolusi. Kisah ini sangat menarik bagi bangsa Glargal karena mereka sendiri sedang menghadapi masalah serupa: krisis genetis.

Seorang ilmuwan Glargal yang bernama Bloort 183 mempresentasikan hasil penelitiannya kepada sang pemimpin, Raja Floorsh 727 dan pewarisnya Pangeran Floorsh 418 dalam tur ekslusif di Museum Hologram Evolusi Bumi Glargal.

Berbagai pertanyaa dan celetukan-celetukan polos dari Pangeran Floors selama tur  berlangsung ini lah yang membuat aku betah baca buku ini, seringkali membuat dahi berkerut sekaligus tertawa:

"Jadi maksudmu, leluhur makhluk-makhluk cerdas ini dulunya cuma gumpalan lendir yang hobi menggandakan diri di lumpur panas? Selera estetika alam semesta memang sulit ditebak ya, Bloort!"

Dari Kerak Bumi Hingga Ibu Jari Manusia

Museum Hologram Evolusi Bumi Gralgal ini menyajikan berbagai jenis makhluk hidup yang ada di Bumi, lengkap dengan sejarah pembentukan Bumi itu sendiri. Dimulai dari masa purba saat suhu Bumi sangat tinggi hingga mencairkan bebatuan selama 500 juta tahun, sampai akhirnya mendingin membentuk kerak Bumi.

Kemudian terbentuk lah molekul-molekul yang bercampur dan bereaksi membentuk rantai-rantai komplek. Sejumlah rantai tersebut mampu membuat salinan dirisendiri. Merekalah pendahulu molekul-molekul genetis seperti RNA dan DNA bahan kehidupan itu sendiri.

Makhluk-makhluk yang hidup di lautan merupakan spesies yang pertama kali melakukan evolusi, sekitar 450 juta tahun silam terjadi invasi besar-besaran ke daratan. Dalam 100 juta tahun, bumi pun dipenuhi oleh berbagai spesies yang bergelimang lumpur, meliang, mekar dan terbang.

Tidak lama kemudian, sekitar 250 juta tahun silam terjadilah evolusi spesies yang sangat dominan dan menonjol dibandingkan mahluk hidup lainnya. Karena mampu membentuk ulang dunia dengan dua jari gendut yang disebut ibu jari berlawanan (Opposable Thumb).

Siapa lagi kalau bukan MANUSIA

Dengan memiliki otak besar dan tangan yang dapat menggenggam, manusia dapat menciptakan bahasa, seni, dan ilmu pengetahuan (sains). Sehingga mereka dapat menemukan cara untuk menjabarkan dunia alami dan dunia abstraksi murni.

Jika dibandingkan dengan kekuatan fisik yang dimiliki binatang, tentu saja manusia tidak ada apa-apanya. Tetapi untuk meningkatkan kemungkinan bertahan hidup di tengah lingkungan yang tidak bersahabat, manusia membuat perkakas dan memanipulasi proses untuk mengubah kehidupan liar menjadi ternak (domestikasi) dan membudidayakan tanaman pangan.

Manusia juga mengamati dan menyelidiki lingkungan sekitarnya. Lama-lama spesies yang paling dominan sejagat raya ini, mampu membaca batu-batuan fosil yang memberikan kilasan-kilasan keadaan dunia dan makhluk-makhluk yang telah lama muncul dan menghilang sebelum mereka.

Ketika para ilmuwan sedang membandingkan anatomi hewan lain dengan anatomi mereka sendiri, menemukan fakta bahwa betapa dekatnya kekerabatan manusia dengan makhluk lain. Sebagian diantaranya juga menyadari bahwa seluruh kehidupan di bumi berkerabat dan terus menerus mengalami perubahan.

Mekanisme Seleksi Alam

Pertanyaannya, bagaimana semua perubahan itu terjadi secara konsisten? Charles Darwin, dalam bukunya The Origin of Species, telah memberikan penjelasan lewat mekanisme Seleksi Alam.
"Seleksi alam itu bukan tentang siapa yang paling kuat, tapi tentang siapa yang paling pas. Alam itu seperti juri audisi yang sangat kejam; kalau kamu tidak punya 'bakat' untuk bertahan di lingkunganmu, ya... terima kasih, silakan coba lagi."


Kesimpulan: Seru tapi "Pedas" di Mata

Gimana, seru kan? Meskipun penuh istilah ilmiah, saya jamin baca buku ini tidak akan terasa seperti membaca buku teks IPA yang membosankan. Namun, ada sedikit catatan: karena edisinya hitam putih dan tulisannya tergolong "imut-imut", mata tua saya agak cepat lelah. Jadi, pastikan baca di tempat yang terang ya!

Sebagai penutup, buku ini mengingatkan kita pada satu hal penting tentang eksistensi kita di bumi:
"Kita tidak berdiri sendirian di puncak silsilah. Kita adalah bagian dari jaring laba-laba raksasa yang saling terhubung. Jika kamu menelusuri garis keturunanmu cukup jauh ke belakang, kamu akan menemukan bahwa kita semua adalah sepupu jauh dari bakteri, jamur, dan pohon pisang."
Oh iya, selain seri Evolusi, KPG juga menerbitkan seri kartun lainnya seperti Kartun Statistik, Kimia, Genetika, hingga Fisika. Cocok banget untuk koleksi literasi sains di rumah!

9 komentar untuk "• "Ingin Paham Teori Darwin Tanpa Pusing? Baca Kartun Evolusi Karya Jay Hosler!""

  1. Ah bukunya seru banget.. Saya jadi ingin beli nih, bisa buat belajar yang seru anak-anak

    BalasHapus
  2. Wah, seri buku KPG ini makin beragam ya Mbak. Materi evolusi ini kalau dibuat komik makin menarik dan nggak bosenin yaa

    BalasHapus
  3. Buku yang bisa menjadi contoh bahwa sains sebenarnya bisa disampaikan dengan kreatif, lucu, dan tetap bermakna. Bagus yaaa...

    BalasHapus
  4. Belajar yang asik sih menurut daku kalau lewat kartun seperti ini bacanya, jadi lebih mudah dipahami.
    KPG ciamik memang dalam menerbitkan buku yang berkualitas

    BalasHapus
  5. serius ini gak bikin jenuh dan pusing? mau banget baca teori2 awal kehidupan tapi dengan pembawaan yang mudah dipahami... kayaknya ini bisa dipertimbangkan deh

    BalasHapus
  6. Aku sukaa..
    Selama ini tertarik banget sama astronomi.. keindahan langit dan luar angkasa yang dibantu sama teknologi NASA.
    Tapiii.. setelah tau bahwa misteri laut di bumi yang barruuu 5% terungkap, aku makin penasaran sama bumi.

    Allahu Akbar.
    Allah menciptakan segalanya dengan manfaat dan sangat mendetail.

    BalasHapus
  7. Sekarang banyak banget ya buku ilmu pengetahuan yang dikemas lewat konsep komik begini jadinya juga lebih mudah dicerna anak-anak.

    BalasHapus
  8. Waahh kudu baca sendiri nih biar paham dengan cara penulisnya menyampaikan pesan kepada pembaca. Sepertinya enggak berat yaaa...

    BalasHapus
  9. Pusing juga ya kalau baca teori Darwin tanpa visual meskipun nggak paham jadi paham penasaran lihat filmnya

    BalasHapus

Komentar anda merupakan sebuah kehormatan untuk penulis.