Pilihan Tak Terduga di Keranjang Belanja
Jujur, waktu Selaras karya Dee Lestari dan Reza Gunawan dilaunching, aku nggak terlalu bersemangat ikutan pre-order (PO). Padahal sejak membaca Aroma Karsa, Dee Lestari adalah salah satu penulis favorit yang hampir semua bukunya aku koleksi.
Uniknya, justru suamiku yang paling anti baca novel malah tertarik waktu melihat buku ini di toko buku. "Ini bukunya bagus, Mi," katanya sambil memasukkan Selaras ke keranjang. Senang sih dibelikan buku, tapi setelah disampul rapi, buku itu sempat menganggur cukup lama di daftar To Be Read (TBR).
Baru dua minggu belakangan ini akhirnya kubaca. Ternyata, Selaras adalah kumpulan buah pikiran almarhum Reza Gunawan sejak tahun 2004 yang tersebar di majalah, situs pribadi, maupun media daring. Tulisan-tulisan tersebut kemudian disusun, dipoles, dijembatani, dan diwujudkan menjadi sebuah karya utuh oleh Dee Lestari setelah sang suami wafat.
Perjalanan Panjang di Balik Layar
Sebenarnya, menurut pengakuan Dee Lestari dalam pengantar buku ini, niat Reza untuk menerbitkan buku sudah ada sejak awal perkenalan mereka pada tahun 2006. Bahkan healer jebolan universitas top di Indonesia itu sampai mengambil waktu sabbatical demi menulis. Agar bukunya cepat selesai, Dee juga pernah memberikan pulpen Mont Blanc yang didapatkannya dari penghargaan sastra sebagai “jimat” penyemangat. Tapi apalah daya, takdir berkata lain; sampai akhir hidupnya buku itu tidak kunjung terwujud.
Niat indah itu baru bisa terwujud setelah Reza berpulang. Dee Lestari dengan penuh kasih merangkai kembali rekam jejak pemikiran suaminya menjadi sebuah buku utuh yang sangat rapi dan terstruktur.
Tujuh Bagian Menuju Harmoni Diri
Buku Selaras ini sendiri dibagi menjadi 7 bagian utama:
Bagian 1: Stres, Emosi, dan Kesadaran
Bagian 2: Hadapi Keseharian
Bagian 3: Raga dan Rasa
Bagian 4: Kerja & Karier
Bagian 5: Cinta dan Relasi
Bagian 6: Parenting
Bagian 7: Kesejatian
Pesan Reflektif Tentang Parenting dan Kebahagiaan Orang Tua
Meskipun buku ini membedah banyak aspek mulai dari stres, karier, hingga spiritualitas yang semuanya dikemas sangat membumi, bagian yang paling berkesan buatku pribadi adalah Bagian 6 yang membahas tentang parenting.
Ada fakta menarik lho, teman-teman. Hasil penelitian ilmiah Dr. Cleve Backster bersama militer Amerika Serikat pada tahun 1993 mengungkapkan bahwa dua sel hidup yang terpaut secara genetika, meskipun terpisah secara fisik hingga ratusan kilometer, akan selalu berhubungan dan saling memengaruhi dalam suatu dinamika.
Mengingat anak adalah hasil pertemuan genetika dari kedua orang tuanya, berdasarkan fakta ilmiah tersebut rasanya sangat masuk akal jika kita mengambil hipotesis bahwa keterkaitan genetika tidak hanya terjadi saat anak berada dalam kandungan, tetapi juga setelah ia lahir ke dunia. Hubungan istimewa itu tidak hanya terjadi antara anak dan ibu, melainkan juga dengan ayahnya.
Jadi teman-teman, kalau selama ini kebanyakan para ibu sangat berhati-hati menjaga kandungan baik dari segi fisik, emosi, maupun spiritual demi buah hati terlahir sehat lahir-batin, ternyata bagaimana orang tua mengelola diri setelahnya pun tetap berpengaruh pada perkembangan sel, jiwa, dan kebahagiaan anak di mana pun dan kapan pun. Wow banget, kan? Aku sampai menandai dan me-bold tebal-tebal bagian ini biar tidak lupa.
Aku juga setuju banget dengan konsep bahwa anak yang bahagia dimulai dari orang tua yang bahagia. Selama ini kebanyakan orang tua terlalu fokus pada kebahagiaan anak tanpa pernah merawat kebahagiaan diri sendiri. Padahal, anak-anak itu seperti spons—mereka sangat mudah menyerap dan mengingat bagaimana kedua orang tuanya mengalami stres hingga bagaimana mereka mengekspresikan rasa cinta.
Terus, gimana dong agar orang tua bisa menjadi teladan dan memberikan bekal terbaik buat anak-anak? Menurut penulis caranya sederhana. Hayooo, penasaran kan? Sini aku bisikin: “Dengarkan kata hati; hidup selaras mungkin dengan alam dan keotentikan kita.”
Kenangan Warm dari Orang-Orang Terdekat
Oh iya teman-teman, Selaras bukan hanya berisi kumpulan tulisan Reza, tetapi juga dilengkapi kesaksian dari teman sejawat, murid, guru, sampai keluarga terdekat, yaitu adik perempuan dan kedua anaknya. Mereka semua kompak mengatakan bahwa laki-laki yang memiliki banyak keahlian ini adalah sosok orang baik yang kehadirannya senantiasa dirindukan.
Rasanya puas dan mendapat banyak pencerahan setelah membaca buku ini. Kalau masalah tata bahasa mah tidak usah diragukan lagi ya, racikan tulisan Dee Lestari selalu bikin betah untuk lama-lama diselami dan direnungkan.
Buku ini cocok banget buat teman-teman yang lagi cari panduan hidup berkesadaran (mindfulness), para orang tua yang ingin mengelola emosi dalam keluarga, atau siapa saja yang butuh "pelukan hangat" lewat tulisan-tulisan yang menenangkan jiwa.
Data Buku
Judul Buku: Selaras: Hidup Berkesadaran Menuju Harmoni Diri
Penulis: Reza Gunawan & Dee Lestari
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Tahun Terbit: 2025
Tebal Halaman: 336 Halaman
Rating Pribadi: 4.8 / 5 ★



Posting Komentar untuk "Meresapi Warisan Pemikiran Reza Gunawan dalam "Selaras": Sebuah Catatan Baca"
Komentar anda merupakan sebuah kehormatan untuk penulis.