Review Unfinished Enemy of Ghazi: Kisah Dendam Kesumat Vlad Dracula pada Turki Utsmani


Review Unfinished Enemy of Ghazi: Kisah Dendam Kesumat Vlad Dracula pada Turki Utsman

 

Vlad Dracula

Buku Unfinished Enemy of Ghazi merupakan buku keenam dari serial Ghazi karya Felix Y. Siauw dan Sayf Muhammad Isa. Dalam seri pemungkas ini, penulis mendedikasikan hampir setengah isi buku untuk menceritakan sosok Vlad Dracula.

Masih ada yang ingat siapa Vlad Dracula? Lupa ya? Hayo ngaku. Vlad Dracula ini adalah putra dari Vlad Dracul (namanya mirip dengan sang ayah), seorang bangsawan dari negeri Walachia. Ia bersama adiknya yang bernama Radu dijadikan jaminan oleh ayahnya kepada Sultan Turki Utsmani saat sang ayah meminta bantuan militer.

Padahal, Radu dan Vlad diperlakukan dengan sangat baik dan terhormat oleh pihak kesultanan. Mereka bahkan mendapatkan pendidikan militer bersama sang putra mahkota, Mehmed, di akademi militer Kesultanan Turki Utsmani.

Tetapi, Vlad Dracula kecil menyimpan benci. Ia tidak suka dengan keputusan ayahnya. Menurutnya, menyerahkan anak sebagai jaminan adalah hal yang memalukan. Bagi Vlad, Turki Utsmani adalah musuh yang harus dibumihanguskan dan tidak layak ada di muka bumi.

Sakit hati dan dendamnya semakin menjadi-jadi ketika Radu justru tumbuh lebih dekat dengan Pangeran Mehmed dibanding dengan dirinya. Hubungan kakak-beradik itu pun retak saat Radu dengan lantang dan terang-terangan bersyahadat di depannya.

Sejak saat itu, Vlad pergi meninggalkan Kesultanan Turki Utsmani untuk mencari jalan hidupnya sendiri. Ia berkelana mencari cara untuk bangkit dan mewujudkan impian besarnya: mengalahkan Turki Utsmani dan merebut kembali takhta Kerajaan Walachia dari tangan klan Danesti.

Seiring waktu, tahun demi tahun berlalu dihiasi berbagai peristiwa manis dan pahit. Pada tanggal 29 Mei 1453, Mehmed—yang dulu saat kecil sering diejek Vlad sebagai anak cengeng yang selalu berlindung di balik jubah ayahnya—kini telah menjelma menjadi seorang Sultan Turki Utsmani yang agung. Ia berhasil mewujudkan impian yang diwariskan oleh guru dan para leluhurnya secara turun-temurun: menaklukkan Konstantinopel, kota yang telah dinubuatkan oleh Rasulullah SAW ratusan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Vlad justru semakin tenggelam dalam dunia hitam yang kejam, licik, dan mengerikan. Seperti meminum air laut, kekuatan hitam itu semakin banyak ia reguk, justru membuatnya semakin haus.

Tidak puas dengan kekuatan ilmu hitam yang diberikan oleh makhluk astral bernama Magus, Vlad mendambakan kesempurnaan. Ia pun nekat menemui Magija di puncak tebing pedalaman hutan Eropa.

 Akankah Vlad berhasil mencapai impiannya?


Review Unfinished Enemy of Ghazi: Kisah Dendam Kesumat Vlad Dracula pada Turki Utsman


Perjuangan yang Tidak Pernah Usai

Setelah berhasil menaklukkan Konstantinopel, Mehmed tidak lantas mengendurkan semangat juangnya untuk terus menegakkan kalimatullah. Kini sasarannya adalah Roma, kota lain yang juga dinubuatkan oleh Rasulullah SAW. Namun sebelum itu, ia harus melebarkan dakwahnya ke negara-negara sekitar.

Negara pertama yang menjadi sasaran dakwahnya adalah Serbia. Jika negara itu menolak, secara perhitungan matematis di atas kertas, Turki Utsmani seharusnya bisa dengan mudah menaklukkannya. Sebab, setelah kemenangan di Konstantinopel, pasukan perang mereka sedang dalam kondisi on fire. Serbia juga tentu tidak memiliki benteng dan bentang alam setangguh Konstantinopel yang mampu menahan serangan musuh selama ratusan tahun.

Tapi apalah daya, Allah senantiasa mempergilirkan kemenangan. Pasukan Turki Utsmani harus pulang dengan gigit jari. Bahkan lebih tragis lagi, saat menyerang kota Nandorfehervar, paha Sultan Mehmed terkena terkaman anak panah.

Apakah Mehmed menyerah? Tentu saja tidak. Tidak ada kata menyerah untuk seorang Ghazi. Ia menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta. Beruntungnya, Sultan Turki Utsmani ini memiliki seorang guru yang nasihat-nasihatnya selalu bikin nyes di hati.

Intinya, Syekh Akhasyamsuddin mengingatkan bahwa kekuatan manusia tidak ada apa-apanya tanpa pertolongan Allah SWT. Kekalahan yang dialami oleh pasukan Turki mungkin adalah cara Allah untuk membersihkan hati sang sultan dari benih kesombongan yang diselipkan dengan licik oleh iblis.

Recommended!

Buku Unfinished Enemy of Ghazi ini sangat direkomendasikan untuk dibaca semua kalangan, terutama remaja. Buku ini menghadirkan kisah kepahlawanan Muhammad Al-Fatih yang disajikan dengan format penceritaan ala fiksi (faksi).

Gaya bahasanya ringan dan sangat mengalir, dijamin tidak akan bosan membacanya! Saking serunya, saya bisa menghabiskan buku tebal ini hanya dalam waktu dua hari saja. Keren banget, pokoknya! Agak menyesal juga kenapa sempat membiarkan buku ini berdebu sekian lama setelah menyelesaikan seri kelimanya.

Tahu enggak teman-teman? Setelah membaca buku ini, saya jadi penasaran setengah mati dan ingin langsung membaca biografi asli Sultan Muhammad Al-Fatih. Saya ingin tahu bagaimana akhir kehidupan nyata sang penakluk ini.

Soalnya, jantung saya sempat dibuat deg-degan parah waktu adegan Vlad Dracula menyelinap ke dalam tenda Mehmed, lalu terjadi pertarungan yang sangat sengit. Vlad sudah merapal mantranya hingga Mehmed megap-megap tidak bisa bernapas, persis seperti akhir tragis yang dialami Jonas Hunyadi.

Yuk, langsung baca bukunya biar tahu kelanjutannya!

Identitas Buku

Judul Buku      : Unfinished Enemy of Ghazi

Penulis              : Felix Y. Siauw dan Sayf Muhammad Isa

Penerbit            : Alfatih Press

Tahun Terbit    : 2017, April Cetakan I

Jumlah Hal      : 333 Hal

Posting Komentar untuk "Review Unfinished Enemy of Ghazi: Kisah Dendam Kesumat Vlad Dracula pada Turki Utsmani"