Taman
Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu,
buku inilah yang sekarang menjadi bestieku di waktu senggang. Karena saat ini aku sedang
berusaha mengurangi waktu screen time dengan scrolling media
sosial. jadi setiap ada kesempatan, aku usahakan membaca walaupun selembar atau
dua lembar.
Taman
Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu ini bukan buku baru, buku ini sudah
bertahun-tahun berdebu dipojokan rak bukuku. Karena saking lamanya bahkan aku
sudah lupa dimana belinya dan apa yang membuatku tertarik dengan buku ini?
Kalau
dilihat selintas dari judulnya, aku sempat mengira buku ini adalah novel
romance, yang bercerita tentang sepasang kekasih bucin yang banyak drama
dan menguras emosi. Tapi tahukah teman-teman? Buku ini bukan novel tetapi buku
berjudul asli Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin karya seorang ulama
besar ahli tafsir, ahli hadist, penghapal Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul,
ahli ilmu kalam, dan seorang mujtahid.
Beliau
hidup pada abad 13, lahir di Damaskus pada 29 Januari 1292 dan wafat pada
tanggal 23 September 1350. Ulama ini bernama Abu Abdullah Syamsuddin Muhammad
bin Abi Bakar bin Ayyub bin Sa’ad bin Hariz az Zur’i ad-Dimasyqi al-Hanbali
atau lebih dikenal dengan Ibnu Qayim Al- Jauziyyah.
Ibnu
Qayyim dalam Mukadimahnya mengatakan buku ini disusun dengan meletakan ikatan
keseimbangan antara nafsu dan akal. Dimana jika ikatan keseimbangan antara
keduanya telah tercapai maka seseorang tidak akan sulit untuk memerangi hawa
nafsu dan syetan.
Judul
Buku : Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu | Penulis : Ibnu Qayyim
Al-Jauziyyah |Penerjemah : Kathur Suhardi| Penerbit : Darul Falah | Tahun
Terbit : 1424 H, Cetakan ke 12, Syawwal|Jumlah Halaman: 453 + xxiii |
Cinta
Islam
merupakan agama paripurna, yang mengatur segala aspek kehidupan termasuk urusan
cinta. Ibnu Qayyim mengkaji cinta ini dengan sangat komprehensif, mulai dari
istilah yang mengacu kepada cinta itu
sendiri yang ternyata dalam terminologi bahasa Arab terdapat lima puluh istilah.
(hah? Banyak banget).
Apa
aja?
Sini
aku spill tapi sepuluh aja ya! ( kalau semuanya kan aku pegel ngetiknya
wkwkwk).
1.
mahabbah (kasih sayang)
2. ngalakoh (cinta,
hubungan, segumpal, darah),
3.
hawa (hasrat, keinginan),
4.
shobwah (kerinduan),
5.
shobabah (kerinduan yang halus, cinta yang membara),
6.
syagofu (cinta yang mendalam, birahi yang meluap),
7.
miqotu (cinta),
8.
wajdu (cinta yang berbuntut kesedihan),
9.
kalafu (cinta yang mendalam),
10.
tatayyamu (penghambaan) dst .
Bukan
istilahnya aja lho yang emezing. Luar biasanya lagi teman-teman. Malaikat menggerakan
seluruh alam semesta ini berdasarkan kehendak dan perintah Allah, dengan penuh
ketundukan yang disertai dengan cinta.
Cintalah
yang menggerakan alam, bahkan karena cinta alam menjadi ada. Tidak ada satupun
yang bergerak, baik di alam atas maupun di alam bawah tanpa adanya suatu kehendak
sedangkan cinta adalah sebab dan tujuannya.
Karena
hakikat cinta
merupakan gerakan jiwa yang mencintai sesuatu
yang dicintainya.
Sedangkan kesempurnaan cinta adalah penghambaan,
ketundukan, merendahkan diri dan taat kepada yang dicintai.
Menurut
Al-Harits Al Muhasiby cinta adalah kecenderunga kepada sesuatu dengan segenap
apapun yang ada pada dirimu, kemudian engkau lebih mementingkannya daripada
kepentingan terhadap diri, ruh, dan hartamu, kemudian kesesuaianmu dengan
secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi
Cinta
yang tumbuh pada setiap manusia tidak akan pernah sama, karena berdasarkan apa
yang cintainya jiwa manusia tergolong menjadi tiga yaitu
1. Jiwa Samawy
Jiwa
Samawy mencintai yang terkait dengan pengetahuan, mencari keutamaan serta
kesempurnaan yang memungkinkan bagi manusia dan menjauhi kehinaan. Jiwa ini
menyenangi setiap hal yang dapat mendekatkan kepada Kekasih Yang Maha Tinggi.
Jiwa
ini mempunyai kecocokan dengan tabiat para malaikat dan Kekasih Yang Maha
Tinggi, begitu juga dengan kecenderungan sifat, akhlak dan amalannya.
2. Jiwa yang Jalang, Buas dan Temperamental
Jiwa
yang jalang buas dan temperamental mencintai hal-hal yang menjurus pada
perbuatan pemaksaan, kesewenang-wenangan, membanggakan diri di dunia, takabur, dan
menggapai kedudukan dengan cara-cara tidak benar.
Jenis
jiwa ini memiliki kecocokan dengan tabiat syetan dan condong kepada akhlak dan
perbuatannya. Syetan menyeret mereka kepada kedurhakaan dan mengguncang jiwa
mereka hingga jauh dari ketenangan serta memandang keburukan tampak baik dalam
pandangan mereka.
3. Jiwa Binatang, Penuh Syahwat dan Birahi
Jiwa
ini menyenangi pada hal-hal yang condong kepada makanan, minuman dan
persetubuhan. Orang yang memiliki jiwa ini menyerupai hewan. Berorientasi kepada dunia dan hina.
Teman-teman
pernah mendengar sebuah ungkapan berbahasa Jawa yang mengatakan meteng
tresno jalaran soko kulino cinta tumbuh karena terbiasa.
Nah
menurut Ibnu Qayyim cinta itu hadir bukan karena keelokan fisik atau hanya
terbiasa berinteraksi satu sama lain. Tetapi kesesuaian ruh, yang menjadi
hal terkuat dan paling utama yang dapat membangkitkan rasa cinta.
Jika
kedua jiwa sudah menemukan kecocokan, ruhnya telah menyatu dan berinteraksi, maka badan pun
akan berinteraksi dan menuntut kebersamaan yang dilakukan jiwa serta ruh.
Karena badan merupakan alat, sedangkan ruh adalah tunggangannya.
Kenapa Baru Sekarang?
Aku
tuh nyesel banget, kenapa baru sekarang membaca buku ini? Asli deh teman-teman,
buku Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu ini bagus tidak ada obat.
Recommended pisan untuk dibaca karena dengan membaca buku ini, saya jadi
paham dan mengerti kepada siapa sebenarnya cinta kita yang paling besar, paling
sejati, paling tulus, paling baik, paling indah dan paling paling lainnya harus dipersembahkan.
Ada
yang bisa nebak kepada siapa sesungguhnya cinta itu harus kita persembahkan?
Ya
benar, cinta kepada Allah Swt, Sang Maha yang harus kita berikan ketaatan dan
ketundukan tiada batas. Karena hanya ada
tiga macam cinta yang dapat menyelamatkan kita di dunia dan akhirat yaitu mencintai Allah, mencintai karena Allah, dan mencintai
bersama Allah.
Rasulullah Saw mengajarkan satu doa indah, yang
membuatku tidak bisa berkata-kata dan sangat terharu. Betapa beliau sangat
merindukan kekasih hatinya.
“Allohumma inni as-aluka
ladzata nadzoro ila wajhika wasyauqo ila liqoika”
Ya Allah, aku memohon kelezatan
memandang wajah-Mu dan dan keriduan bersua dengan-Mu
Walaupun
jujur, aku membaca buku ini lumayan lama karena Ibnu Qayyim membahas cinta dengan
segala aspek dan hukum-hukumnya dengan sangat lengkap. Yang dirangkai dengan bahasa
serius dan disertai dengan syair-syair.
Nah
Keberadaan syair-syair ini buat aku yang bukan anak sastra dan bukan pecinta
kata-kata indah, lumayan ganggu. Karena banyak
syair-syair yang menurutku tidak nyambung dengan bahasan, atau karena penerjemahannya
ya…
Mudah-mudahan
buku Taman Orang-Orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu sekarang sudah dicetak ulang
dengan revisi yang lebih baik, karena bukuku ini diterbitkan 22 tahun yang lalu.
Jadul banget kan? Tapi karena kertasnya hvs dan bersampul plastik, dia masih
awet muda. Kertasnya masih kinclong putih bersih tidak ada tanda-tanda penuaan
sedikitpun hahahaha.
No comments:
Post a Comment
Komentar anda merupakan sebuah kehormatan untuk penulis.