Wednesday, November 30, 2022

Tips Dampingi Remaja di Media Sosial

Tips Dampingi Remaja di Media Sosial



Saya merasa tidak percaya, sedih, kasian dan berbagai gelombang rasa yang sukar untuk digambarkan dengan kata-kata, memenuhi rongga dada yang tiba-tiba terasa sesak. Ketika mendengar kabar ada anak teman saya, terpaksa harus dikeluarkan oleh pihak sekolah menengah tempatnya menuntut ilmu.

Saya kepo dong apa sih penyebabnya? Jika diurai satu persatu tentu sangat  banyak, dan yang paling fatal adalah karena dia salah gaul. Berteman dengan anak-anak  dewasa yang dikenalnya melalui media sosial.

Saya jadi ingat apa yang disampaikan oleh Ibu Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, seorang psikolog anak dan remaja, dalam Kuliah WhatsApp yang dihelat oleh PopMama, Instagram dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI yang bertajuk Bijak Dampingi Remaja di Media Sosial.

Perempuan cantik yang telah berpengalaman selama 21 tahun menangani berbagai masalah anak dan remaja terkait isu perkembangan, masalah belajar, emosi, pengasuhan, dan masalah lainnya. Mengibaratkan media sosial itu seperti mall yang didalamnya terdapat banyak orang. Ada orang baik, orang jahat, ada penjual, ada pembeli dll.

Sehingga media sosial yang pada awal kemunculannya, masih bisa kita anggap sebagai media  hiburan semata yang dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun pada perkembangannya, telah menjadi bagian hidup, seolah-olah tidak dapat dipisahkan lagi antara ofline dan online karena saling berkaitan.

Tips Dampingi Remaja di Media Sosial

Media sosial,  khususnya bagi remaja, saat ini telah dijadikan sebagai sarana untuk bersosialisasi, berkreasi, mendapatkan teman baru, sampai menjadi tempat curhat. Sehingga media sosial dapat memberikan dampak positif maupun negatif kepada mereka. Oleh karena itu, remaja memerlukan pendampingan dari orang tua, guru, konselor, dan semua yang berada disekitarnya.

Menurut Psikolog yang sekarang aktif praktik menjadi Psikolog Anak dan Remaja di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Rumah Anak Spesial Mandiri Depok, dan Tiga Generasi Klinik Brawijaya Kemang ini, agar dapat mendampingi remaja tentunya orang tua, guru, konselor, maupun orang-orang yang dekat dengan dunia remaja itu sendiri. Sebaiknya mengenali terlebih dahulu sifat dan karakter anak remaja. 

Siapakah Anak Remaja?

Remaja adalah anak-anak atau individu yang berusia 13-18 tahun yang memiliki karakter khas pada tahap perkembangan ini diantaranya yaitu:

1. Mempunyai keinginan untuk bebas

Mereka sudah tidak mau diatur-atur dan ingin dipercaya untuk melakukan sesuatu berdasarkan keputusannya sendiri, karena mereka sudah merasa besar.

2. Mudah Terpancing Emosi

Fungsi-fungsi eksekutif otak remaja ada yang belum selesai sehingga belum bisa berfungsi oftimal. Sehingga  emosi masih memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan dan prilakunya.

3. Sering Melupakan Resiko dan Mengutamakan Reward

4. Cepat Kuasai Teknologi (Gen Z)

5. Kemampuan belajar yang pesat belum diimbangi dengan kendali diri.

Tips Dampingi Remaja di Media Sosial


Peran Orang Tua dalam Mendampingi Remaja

1. Peran dalam penerapan Aturan

Penerapan aturan tidak dapat lagi diterapkan secara sepihak oleh orang tua, guru, atau konselor ketika berhadapan dengan remaja. Sehingga harus dilalukan diskusi untuk membicarakan aturan yang akan diterapkan, misalnya kapan dia boleh mengakses media sosial? Dimana? Berapa lama? Dll lalu bernegosiasi dengan mereka kemudian membuat sebuah  komitment.

2. Pengawasan

Alhamdulillah tugas kita sebagai pendamping, kini dipermudah dengan adanya teknologi parenting control yang telah dihadirkan oleh beberapa aplikasi dan media sosial. Seperti yang ditawarkan oleh Instagram yaitu parental supervision tool. Selain dapat digunakan oleh pendamping, tool ini juga dapat melatih anak agar nantinya dapat melakukan pengawasan secara mandiri.

3. Komunikasi

Komunikasi ini harus dilakukan secara langsung, hangat, dan terbuka tentang isu-isu apapun yang ada di media sosial. Oleh karena itu harus ada waktu dating rutin dengan si remaja untuk membicarakan hal apapun.

Tips Menjalin Komunikasi

1. Pahami Kembali Tentang Remaja

Pahami bahwa mereka sangat emosional dan pahami juga bahwa mereka sering menguji emosi. Jadi jangan mudah baper ya menghadapi mereka wkwkwk. Selain itu memahami karakter remaja juga membantu pendamping dalam mengendalikan emosinya sendiri.

2.  Ciptakan Waktu Rutin Berdua

Idealnya setiap hari sediakan waktu 10-15 menit sehari untuk ngobrol berdua atau 2-3 kali seminggu.

3. Lebih Banyak Mendengar Aktif

Ketika waktu pertemuan itu, orang tua atau pendamping lebih banyak berperan sebagai “ember” yang menampung segala cerita dan keluh kesahnya.

4. Jadi Teman Bicara “Gaul”

Orang tua atau pendamping harus tahu nich tentang isu-isu apa  yang sedang trend dikalangan mereka. Itulah pentingnya kita selalu updated dengan medsos yang anak-anak ikuti. Jadi ngomongnya nyambung dan enggak ngebosenin.

5. Tidak Selalu Dimulai dengan Bertanya

Memulai obrolan dengan bercerita tentang apa saja, sehingga lama-lama anak remaja menjadi nyaman karena tidak selalu ditodong dengan pertanyaan atau interogasi.


Kampanye #AnakIndonesiaAmanDigital

Pada tanggal 13 September 2022 Instagram bersama kementrian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (PPPA) RI, PopMama.com  dan Momsweetmom meluncurkan kampanye #AnakIndonesiaAmanDigital. Kampanye ini merupakan wujud komitmen Instagram untuk membangun flatform yang aman dan positif bagi setiap penggunanya, termasuk anak-anak remaja.

Melalui kampanye ini diharapkan semakin banyak orang tua yang sadar pentingnya keamanan anak remaja di media sosial. Kampanye ini juga mendorong para orang tua untuk berkomunikasi di rumah, memastikan anak mengkonsumsi dan menghasilkan konten-konten yang positif di media sosial.

Selaras dengan komitmen tersebut Instagram menghadirkan fitur terbaru yang diberi nama Fitur Pengawasan  di Instagram. Fitur ini bertujuan untuk memfasilitasi para orang tua di Indonesia agar dapat mengawasi dan mendampingi anak remajanya di Instagram.


Tips Dampingi Remaja di Media Sosial


Fungsi Fitur Pengawasan di Instagram

1. Orang tua dapat mengetahui follower dan following terbaru anak di Instagram. Sehingga orang tua dapat mengetahui teman terbaru anak dan topik-topik yang menarik perhatian anak di Instagram

2. Orang tua dapat melihat rata-rata waktu yang dihabiskan anak untuk berselancar di Instagram dan mengatur durasi waktunya. Tujuannya agar anak tidak teralihkan perhatiannya dan dapat fokus pada kegiatan-kegiatan lain. Misalnya pada waktu belajar, waktu tidur malam atau pada saat makan malam, agar dapat family time bersama keluarga.

3. Jika anak melaporkan suatu konten atau suatu akun orang tua akan mendapatkan notifikasi.Sehingga orang tua akan menjadi orang pertama yang mengetahui persoalan anak, dan dapat langsung mengajak anak untuk membicarakannya. Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk bertukar pikiran dan lebih dekat dengan anak-anaknya.

Keren banget Fitur Pengawasan yang dihadirkan oleh Instagram ini, sangat membantu kita sebagai orang tua dalam mengawasi aktifitas anak remaja di Instagram. Cara menggunakannya juga mudah banget.

Cara Menggunakan Fitur Pengawasan di Instagram

1. Buka aplikasi Instagram

2. Klik profil

3. Klik tiga garis horizontal yang ada di kanan atas

4. Klik seting atau pengaturan

5. Klik Supervision / pengawasan

6. Klik add/ tambahkan akun

7. Klik Create invite supaya dapat diregenerasi menjadi sebuah link

8. Copy link invite

9. Kirimkan link invite  ke DM anak agar fitur pengawasan dapat tersambung ke akun anak. Perlu diperhatikan, fitur ini tidak dapat diaktifkan secara sepihak oleh orang tua melainkan harus mendapatkan persetujuan dari anak. Oleh karena itu sangat perlu membangun komunikasi antara anak dan orang tua. Supaya mendapatkan kesepakatan bersama dalam mengawasai aktifitas anak di Instagram.

Selamat Mencoba.

  

20 comments:

  1. Sepakat. Remaja dan sosial media, dua hal yang tak bisa dipisahkan di zaman sekarang. Sementara di sisi lain kehadiran sosmed selain ditinjau dari kebermanfaatannya, juga mau tak mau kita sadari bisa membawa dampak buruk bila tidak bijak menggunakannya. Itu artinya kita sebagai orang tua memiliki tugas besar untuk menjadi self control bagi tumbuh kembang mereka agar tak salah arah ke depannya.

    ReplyDelete
  2. Yes bener banget Mbak, medsos tu ibarat sebuah wadah yang jual cem macem barang, entah barang itu bagus, jelek, semuanya ada wis pokoknya. Jeli-jelinya kita aja untuk memilih barangnya. Sayangnya, kadang anak belum bisa membedakan yang bagus dan yang jelek, itulah perlunya pendampingan orang tua yang tentu saja dengan mengedepankan komunikasi dua arah ya, Mbak

    ReplyDelete
  3. Internet seperti pedang bermata dua ya, Mbak, beragam ilmu yang kita peroleh di dunia maya. Banyak juga kesempatan untuk eksis sekaligus berbisnis. Tapi, tetap ada orang-orang yang nggak sungkan menyebarkan berita yang membuat orang tua resah. Pendampingan untuk remaja yang masih labil, jadi tugas penting orang tua di era digital sekarang

    ReplyDelete
  4. Bukan cm anak2 yg perlu didampingi, remaja apalagi
    Zmn skrg makin serem soalny y Mbaa
    Hadeuh

    ReplyDelete
  5. Ya anak remaja perlu di dampingi bahkan jika bisa stop menggunakan digital segata bebas.

    ReplyDelete
  6. Di era digital sebagai pengguna media sosial harus bijak, apalagi untuk anak remaja yang sedang mencari jati diri yaa mbaa
    Setuju banget dengan peran orang tua yang harus mendampingi anaknya dalam bersosialisasi di dunia online. Agar tetap terjaga dan terarah pada hal-hal yang positif dan bermanfaat.

    ReplyDelete
  7. Remaja oh remaja.
    Udahlah emosinya labil, hormon meledak² , plus ada godaan bernama socmed.

    Ortu memang harus bijak dampingi Remaja ya

    ReplyDelete
  8. Bener banget mba, remaja zaman sekarang tuh masyAllah deh.. takut banget anakku nti kena pergaulan yg engga2 hikss.. mana skrg sosmed begitu banget isinya ya Allah

    ReplyDelete
  9. betul banget ya di masa sekarang informasi apapun dapat diakses dengan mudah melalui smartphone, sehingga para orang tua memang wajib sekali mendampingi anak-anak ketika bersosial media, agar menggunakan sosial media sesuai dengan umur dan bijak dalam penggunaannya

    ReplyDelete
  10. Baru tahu aku ada fitur pengawasan di instagram. Berarti lebih enak dipasang diam-diam ya. Takutnya waktu tahu akunnya diawasi, si anak malah bikin seccond account

    ReplyDelete
  11. kudu hati-hati dampingin remaja itu ya, apalagi emosinya belum matang. tapi bersyukur kalo pemerintah dan para pengembang teknologi juga menciptakan dunia teknologi yg aman untuk anak

    ReplyDelete
  12. Iya harus banget kita mendampingi anak anak remaja dalam mengakses sosial media ya mbak
    Sebab pengaruhnya dahsyat banget

    ReplyDelete
  13. Rada ngeri sih kalau lihat pergaulan anak sekarang bahkan dari SD sudah salah langkah sih. Sosial media dan kebebasan yang terlanjur melekatnke generasi ini pengaruhnya besar sekali

    ReplyDelete
  14. menarik fiturnya, bisa diterapkan ke anak yang sebentar lagi menuju remaja, karena jika tidak bijak menggunakan media sosial akan terjebak dalam lingkup yang tidak baik
    zaman sudah berubah sih, mau ga mau ya harus mengikuti agar dapat mendampingi anak melewati masa remajanya dengan baik

    ReplyDelete
  15. Orangtua memang harus aware dengan media sosial anak ya. Tetapi tetap ada caranya supaya anak tidak merasa terganggu.

    ReplyDelete
  16. Menjadi orangtua anak gen Alpha ini gak mudah ya..
    Tantangannya adalah komunikasi dan teknologi. Semakin anak dikekang, dikerasin dengan banyak aturan, bisa jadi malah menimbulkan masalah baru. Dan aturan dengan teknologi ini wajib orangtua tau. Fitur Pengawasan di Instagram akan sangat bermanfaat sekali.

    ReplyDelete
  17. Setuju mbak anak-anak remaja memang harus di dampingi ya apalagi sosmed sekarang ini Kaya nggak ada filternya hiks..

    ReplyDelete
  18. Wah aku baru tahu ada fitur pengamanan IG. Tapi artinya hrs buka hp nya anak dulu ya. Apa anaknya bakal mau? Atau diam2 settingnya? Hehe. Memang masa remaja masa rentan sih. Kalo ga hati2 banget ya serem

    ReplyDelete
  19. setuju banget sama poin mudah terpancing emosi, semoga bisa dikontrol yaa

    ReplyDelete
  20. Peran ornag tua dalam mendampingi remaja penting banget ya krn kalau anak sdh beesar mulai pnya pendapat sendiri nih

    ReplyDelete

Komentar anda merupakan sebuah kehormatan untuk penulis.